.
Tampilkan postingan dengan label Andriewongso. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Andriewongso. Tampilkan semua postingan

Berbuat Baik Setiap Hari


Hasil penelitian fakultas psikologi The University of Michigan, AS, beberapa waktu lalu, sungguh mengingatkan kita akan pentingnya berbuat baik. Selama ini kita melakukannya dengan alasan spiritual agar kita mendapat pahala dari Tuhan. Tetapi hasil penelitian itu menunjukkan bahwa berbuat baik ternyata memperpanjang umur!
Seseorang yang melakukan perbuatan baik, hatinya akan tenang. Orang yang hatinya tenang, hormon baik dalam tubuhnya akan berkembang. Terbentuklah tubuh yang sehat. Seperti itulah hubungan sederhananya. Berangkat dari kepuasan batin, kesehatan jasmani seseorang bisa dibentuk. Ini karunia yang tiada tara nilainya dan sepantasnya kita jalankan sebaik-baiknya.


Berbuat baik itu bisa dilakukan dengan cara apa saja. Tersenyum,memberi jalan bagi orang yang terburu-buru, atau mengucapkan terima kasih adalah cara berbuat baik yang sederhana. Pasti bisa dilakukan oleh siapa saja. Apa sulitnya menyapa, menyalami dan menerima orang dengan senyum ramah? Apa sulitnya memperlakukan semua orang dengan kasih, kemurahan, dan rasa hormat?


Sahabat yang Luar Biasa!

Pagi tadi saya membawakan tema "Berbuat Baik Setiap Hari" pada talkshow rutin saya di jaringan Radio Sonora. Kita sudah jenuh dengan berita-berita mengerikan di berbagai media massa. Tawuran di mana-mana. Persekongkolan yang merugikan rakyat banyak. Sampai-sampai kita merasa ngeri membuka koran pagi atau menyaksikan berita televisi karena isinya hampir seluruhnya pemberitaan perbuatan tercela.


Berbuat baik itu tidak ada ruginya! Berbuat baik itu membuat hidup kita menjadi lebih indah! Karena itu, mari membiasakan diri berbuat baik. Mulailah dari diri kita sendiri, saat ini.

Salam sukses luar biasa!

SOURCE

Mimpi Sang Raja

Alkisah, suatu hari seorang raja terbangun dari tidurnya. Rupanya, sang raja baru saja mendapat mimpi buruk yang penuh teka-teki. Dengan napas masih terengah-engah, sang raja berteriak memanggil hulubalang kerajaan. "Hulubalang... panggil peramal istana sekarang juga. Cepaaat...!" Hulubalang tergopoh-gopoh pergi menunaikan perintah raja tanpa berani bertanya siapa peramal yang dikehendaki raja.



Tak lama, seorang peramal kerajaan menghadap. Raja langsung membeberkan mimpinya dan meminta si peramal mengartikannya. "Aku bermimpi aneh sekali. Dalam mimpi itu, gigiku tanggal semua. Hah... pertanda apa ini?" tanya sang raja.
Setelah mengadakan perhitunga dan penanggalan secara cermat dan teliti, dengan sedih si peramal berkata, "Mohon ampun, Baginda. Dari penerawangan hamba, mimpi itu membawa pesan, bahwa kesialan akan menimpa Baginda. Karena, setiap gigi yang tanggal itu berarti seorang anggota keluarga kerajaan akan meninggal dunia. Jika semua gigi tanggal, berarti kesialan besar, semua anggota keluarga kerajaan akan meninggal dunia!"


Bagai disambar geledek, raja langsung merah padam mukanya. Perlambang buruk yang disampaikan si peramal itu membuatnya marah besar. Raja langsung memerintahkan supaya peramal itu dihukum. Walau begitu, kegundahan hati sang raja tidak juga mereda. Raja masih gelisah dan merasa tidak puas. Lalu sang raja memerintah hulubalang untuk memanggil peramal yang lain. Segeralah seorang peramal baru datang menghadap sang raja.


Kali ini, setelah mendengar penuturan mimpi sang raja, peramal itu tersenyum. "Baginda Raja, dari penerawangan hamba, mimpi itu membawa pesan bahwa Baginda adalah orang yang paling beruntung di dunia. Paduka berumur panjang dan akan hidup lebih lama dari semua sanak keluarga Baginda," kata peramal dengan nada riang dan bersemangat.


Mendengar perkataan peramal tersebut, mendadak secercah senyum mengembang di muka sang raja. Tampaknya, sang raja sangat senang dengan perkiraan peramal tadi. "Kamu memang peramal yang pandai dan hebat. Dan sebagai hadiah atas kehebatanmu itu, aku hadiahkan 5 keping emas untukmu. Terimalah..."
 
Setelah peramal kedua itu pergi, sang raja bertanya kepada penasihat istana tentang kualitas dan keakuratan kedua peramal tadi. Penasihat istana yang telah menyaksikan peristiwa tersebut, dengan berani dan bijaksana berkata,"Baginda. Menurut hamba, peramal pertama mengartikan tanggalnya gigi baginda sama artinya dengan meninggalnya kerabat Baginda. Sementara peramal kedua mengartikan Baginda berumur lebih panjang dibandingkan kerabat Baginda. Sesungguhnya, kedua peramal itu menyatakan hal yang sama. Yaitu, semua kerabat Baginda akan meninggal lebih dulu, dan Baginda seoranglah yang hidup lebih lama."


Kemudian, penasihat istana menyimpulkan, "Jadi sebenarnya,kedua peramal tadi mempunyai kualitas yang setara. Yang membedakan hanyalah cara penyampaian mereka. Peramal pertama berbicara apa adanya tanpa memikirkan dampak negatifnya. Sementara peramal kedua menjawab dengan cerdik dan bijak sehingga Baginda merasa senang dan memberinya hadiah."


Pembaca yang budiman dan bijaksana,
Keterampilan berkomunikasi (communication skill) sangat penting dalam meraih kemajuan. Baik dalam bidang bisnis, politik, sosial-kemasyarakatan, hubungan antar pribadi, atau hubungan dalam rumah tangga, keterampilan berkomunikasi memegang peran sangat vital.


Secara sederhana, pola komunikasi bisa dibedakan menjadi dua, yaitu pola komunikasi positif dan pola komunikasi negatif. Pola komunikasi positif (seperti sikap kooperatif, kerjasama, kesepahaman, ketulusan, dan toleransi) hampir dipastikan mendatangkan output positif. Sebaliknya, pola komunikasi negatif (seperti kesalahpahaman, kebencian, kecurigaan, keragu-raguan, permusuhan dan dendam) hampir dipastikan membawa akibat-akibat negatif pula.
Keterampilan berkomunikasi secara positif merupakan "syarat mutlak" bagi kesuksesan kita dalam bidang apa pun. Maka, mari kita mulai mengembangkan pola komunikasi positif dengan orang-orang terdekat kita, dengan teman-teman, rekan kerja, relasi bisnis, dan pihak-pihak lain yang relevan dengan aktivitas kita sehari-hari, agar kualitas pergaulan kita terpelihara dengan baik. 
Salam sukses, luar biasa! 


SOURCE

Beginilah Melayani Pelanggan


Mark Montagnani memiliki restoran bernama Sweet Lovers Cafe di Moorabbin, Melbourne, Australia. Ia memiliki banyak pelanggan yang salah satunya Iris Thomsen, 87 tahun.Thomsen tak datang tiap hari. Ia biasanya makan siang setiap hari Jumat. Ia melakukannya sejak sembilan tahun lalu. Setelah makan siang di situ, Thomsen akan ke sebuah salon, yang kebetulan dikenali juga oleh Montagnani.

Pada 8 Juni 2012 kemarin, Montagnani tak melihat Thomsen datang ke restorannya. Ia mulai gelisah setelah jam satu siang perempuan tua itu belum datang juga. Ia sudah mencoba menelepon rumah itu namun tak diangkat-angkat. Ia kemudian menelepon Laura Acciarito, beautician di salon langganannya, dan menanyakan apakah Thomsen ada di situ. Ternyata Laura juga mengaku tak kedatangan Thomsen.
thomsen
Laura, Thomsen, dan Montagnani.....
Keduanya makin khawatir. Tanpa menunda waktu, mereka berdua pergi mencari Thomsen ke rumahnya. Dan dugaan mereka benar, perempuan tua itu tergeletak di lantai rumahnya nyaris tak bisa bergerak.
Ternyata Thomsen yang tinggal sendiri pada pagi harinya jatuh di dalam rumahnya. Pinggulnya cedera hingga ia tak bisa bergerak. Ia berusaha mencari pertolongan namun tak bisa menjangkau teleponnya. Begitu pun saat Montagnani meneleponnya. "Saya mendengar telepon tapi tak bisa menjangkaunya," katanya.

Montagnani dan Laura akhirnya membawa Thomsen ke rumah sakit. Ia mendapat perawatan selama tiga minggu. Kini ia bisa kembali mengunjungi restoran langganannya itu setiap Jumat untuk makan siang.

"Saya dan Mark (Montagnani) bersahabat sejak lama," kata Thomsen. Persahabatan mereka dibangun melalui keterkaitan antara pemilik kafe dan pelanggannya. Pertalian itu tak semata-mata karena uang dan kebutuhan, tetapi lebih dari itu. "Kita harus tahu siapa pelanggan-pelanggan kita dan kita juga harus ikut menjaga mereka," kata Montagnani."Kami menjadi bagian dari hidup mereka (pelanggan) dan mereka menjadi bagian dari kami. Seperti itulah komunitas yang dibangun dengan kekuatan spirit," paparnya lagi.

Foto: Moorabbin Leader
SOURCE

Sukses


"There is only one success -to be able to spend your life in your own way. -Christopher Morley"
Sukses. Ini kata yang sering kita dengar. Sesuatu yang diinginkan setiap orang di dunia ini. Untuk sukses setiap orang berusaha dan siap berkorban apa pun untuk mencapainya.


Lalu, apa itu sukses? Kita sering mendengar orang berkata si A sukses dan si B belum sukses. Kita juga sering mendengar seseorang dikatakan sukses apabila memiliki minimal salah satu dari berikut ini: harta yang banyak, atau nama harum, atau kekuasaan/pengaruh di masyarakat. Menjadi pengusaha kaya raya, penyanyi terkenal, pejabat tinggi adalah sekian contoh-contoh orang yang sukses. Demikianlah masyarakat mendefinisikan sukses, dan kita hidup dalam bayang-bayang menurut definisi masyarakat tersebut.


Lalu banyak di antara kita mulai menggambarkan sukses dengan meniru seperti orang lain. Padahal kita tidak mungkin menjadi orang lain. Apakah benar dengan menjadi orang kaya, terkenal, prestasi tinggi, kekuasaan tinggi sudah menjamin kita menjadi sukses?


Apakah demikian? Mungkin. Tetapi yang jelas, belum pernah saya mendengar ketika seseorang menjelang ajalnya, orang tersebut sibuk mentransfer uangnya ke rekening di akhirat. Atau mem'Fedex'kan barang-barang berharganya ke dunia sana. Atau dapat menawar kepada Sang Pencipta untuk menukar waktu lebih lama di dunia dengan pengaruh yang dimilikinya. Anda belum pernah mendengar juga, bukan.
John C, Maxwell dalam bukunya The Success Journey menyatakan bahwa sukses sejati bukanlah sesuatu yang bisa kita capai atau peroleh. Menurutnya sukses itu sebenarnya suatu perjalanan yang harus kita tempuh sepanjang hidup. Saya sependapat dengannya.


Menurut saya, sukses adalah perjalanan ke dalam. Sukses adalah perjalanan ke dalam diri kita yang paling dalam. Perjalanan ke dalam dimulai dengan menyadari hakekat kita sebagai manusia. Seperti benda dan makhluk hidup lain di alam semesta, semua mengalami perubahan, dari tidak ada menjadi ada, lalu tiada, kembali ke Sang Pencipta. Seperti bunga yang tumbuh dari benih kecil, berkembang dan mekar sesaat mewarnai hidup, lalu layu dan kembali ke tanah, lebih kurang demikian juga hidup kita. Sebuah perjalanan yang singkat.
Yang kita miliki hanya waktu, menghitung detak demi detak jantung. Sepanjang hidupnya seorang manusia dengan masa hidup 70 tahun hanya memiliki waktu 840 bulan, atau 25.200 hari, atau 604.800 jam, atau 36.288.000 menit. Begitu singkat, bukan.


Dengan mengerti hakekat hidup yang fana, kita mulai mencoba mengenali diri kita yang sebenarnya. Segala kelebihan dan kekurangan kita. Segala bakat istimewa yang dianugerahkan Sang Pencipta. Segala impian dari hati kita yang paling dalam. Segala dedikasi yang ingin kita berikan untuk orang-orang kita cintai dan dunia ini.
Yang kita memiliki adalah masa yang singkat di dunia ini. Dengan mengerti hakekat sebagai seorang manusia, menyukuri bakat dan anugerah yang diberikan Sang Pencipta dan mendedikasikan untuk orang lain akan membuat masa yang singkat ini menjadi masa yang bermanfaat bagi kita dan orang lain. Dan membuat detik-detik yang kita lalui menjadi sebuah perjalanan yang penuh makna.


Seorang teman yang saya kenal di MySpace mendeskripsikan sukses sebagai seorang manusia dengan begitu sederhana dan indah. Your purpose is to find your gifts. Your meaning is to give them to others. That is success all about.


Saya ingin menutup artikel ini dengan ucapan Po Bronson: Failure's hard, but success is far more dangerous. If you are successful at the wrong thing, the mix of praise and money and opportunity can lock you in forever.
Jadi, hati-hati saat Anda mendefinisikan dan merencanakan sukses Anda. Jangan sampai kita sukses menurut ukuran orang lain, tetapi kita tidak pernah bahagia menjalaninya. Lalu bagaimana kita mendefinisikan sukses kita?Anda yang memiliki previlise untuk melakukannya. Dan hati Anda yang memiliki jawabannya.
Penulis adalah trainer pengembangan diri di Jakarta, dapat
dihubungi di info@gimhok.com atau www.gimhok.com


SOURCE

5 Kunci untuk Menghindari Kebangkrutan di Tahun Pertama


Penulis : Tim AndrieWongso
Waktu paling rawan dari suatu bisnis adalah tahun pertama. Banyak bisnis yang berguguran di tahun pertamanya sejak didirikan. Menurut sejumlah penelitian, di dua tahun pertama, tiga dari sepuluh perusahaan baru bangkrut. Lima tahun pertama tinggal separuhnya yang masih beroperasi.



Pada periode ini memang waktu yang paling rawan bagi suatu bisnis karena banyaknya pengeluaran. Misalnya, dibutuhkannya dana untuk sewa tempat, setidaknya untuk satu tahun. Jika bisnisnya tidak lancar, beban biaya untuk pembayaran sewa tempat ini bisa membuat bisnis tersebut berdarah-darah. Belum lagi pengeluaran untuk modal kerja lainnya, semisal mesin dan lain sebagainya.


Ada lima hal yang perlu diperhatikan agar bisnis bisa berjalan lancar sejak tahun pertama.


1.Bicaralah pada konsumen. Menyelenggarakan riset pasar saat akan menjalankan suatu bisnis akan membuat kita terhindar dari kesalahan. Karena dengan riset ini kita bisa menemukan produk atau jasa yang akan kita tawarkan sesuai dengan pasar yang kita sasar. Kita juga bisa menentukan harga yang kompetitif sehingga bisa diterima pasar.


2.Pilih tempat yang sesuai. Tempat di sini bisa tempat yang riil (toko atau kantor) bisa pula nama domain karena kita akan menjalankan bisnis berbasis internet. Pilihlah tempat atau domain yang sesuai dengan peruntukannya.


3.Jangan boros. Sebaiknya tahan diri untuk tidak melakukan pemborosan. Pebisnis pemula biasanya tergoda untuk hal yang sebenarnya bisa dilakukan dengan efisien. Misalnya, kantor tak perlu bagus. Namun kadang kala ada orang yang langsung kantornya ingin mentereng karena gengsi. Padahal makin bagus kantor makin tinggi beban keuangannya pada perusahaan. Selain itu, jangan terburu-buru merekrut staf atau ahli jika kita masih mampu menanganinya sendiri. Karena sekali kita rekrut, gaji bulanan harus kita jamin. Belum lagi asuransi dan pendukung lainnya.


4.Buat perencanaan. Dengan membuat perencanaan di awal kita akan menemukan alternatif-alternatif terbaik.Karena itu, duduk dengan tenang, cari masukan kiri-kanan, dan gali sedalam-dalamnya hingga perencanaan yang kita buat jadi optimal. Juga susun alternatif apa yang akan kita ambil jika keadaan buruk kita hadapi.


5.Analisa terus perkembangannya. Meski di awal memulainya sudah jelas bisnis kita akan dibawa ke mana, tetapi tetap lalukan analisa berkelanjutan sehingga kita benar-benar tahu ke mana bisnis kita sedang berjalan. Jika tetap pada jalurnya perbaiki langkah yang bisa mempercepat perkembangannya. Namun jika ternyata tidak sesuai dengan target dan bisnisnya kurang berjalan, ganti saja. Seorang pebisnis sukses malah punya target, keras. Jika dalam waktu enam bulan bisnis melenceng jauh dari harapan, bisnis itu akan segera ia tutup. "Jangan buang-buang waktu dengan bisnis yang belum tentu sukses," katanya. Para pebisnis sukses umumnya tak langsung berhasil dengan bisnis pertamanya, namun jatuh bangun dulu dari beberapa bisnis yang ia dirikan di awal. (Diolah dari berbagai sumber).
SOURCE

Iklan Produk Pasutri

Inspirasi

Artikel Renungan

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Inspirasi Hidup - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger